For any question call us at +(0321)7528659
Freebies on order above $60

Mengapa Tubuh Menggigil Saat Kedinginan? Ini Cara Tubuh Menghasilkan Panas

Pernahkah tubuh tiba-tiba menggigil ketika berada di ruangan ber-AC, kehujanan, atau berada di tempat bersuhu rendah? Reaksi ini sering muncul tanpa kita sadari. Gigi bisa bergemeletuk, otot terasa bergetar, dan tubuh sulit diam meskipun kita sudah mencoba menahan rasa dingin.

Sebenarnya, menggigil merupakan mekanisme alami tubuh untuk mempertahankan suhu internal. Tubuh manusia membutuhkan suhu yang relatif stabil agar organ dan sistem metabolisme dapat bekerja dengan baik. Ketika suhu mulai turun, otak mengaktifkan respons tertentu untuk menghasilkan panas tambahan.

Menariknya, gerakan kecil yang muncul saat menggigil memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan suhu tubuh.

Bagaimana Tubuh Mengatur Suhu?

Tubuh manusia memiliki sistem pengatur suhu yang bekerja secara otomatis. Pusat pengaturan ini berada di bagian otak bernama hipotalamus.

Hipotalamus bertugas memantau suhu tubuh dan membandingkannya dengan kisaran normal, yaitu sekitar 36,5–37,5 derajat Celsius. Angka tersebut dapat sedikit berbeda pada setiap orang dan bergantung pada waktu pengukuran.

Ketika tubuh kehilangan panas terlalu banyak, hipotalamus mengaktifkan beberapa respons untuk mengurangi kehilangan panas sekaligus meningkatkan produksinya.

Salah satu respons tersebut adalah penyempitan pembuluh darah di dekat permukaan kulit. Proses ini disebut vasokonstriksi. Dengan cara tersebut, tubuh mengurangi aliran darah menuju kulit sehingga panas dari bagian dalam tubuh tidak cepat hilang ke lingkungan.

Selain itu, otak juga dapat memicu gerakan otot yang kita kenal sebagai menggigil.

Mengapa Otot Bergerak Sendiri Saat Kedinginan?

Menggigil terjadi karena otot berkontraksi dan mengendur secara cepat tanpa perintah sadar. Gerakan berulang ini menghasilkan energi panas yang membantu meningkatkan suhu tubuh.

Ketika otot bekerja, tubuh menggunakan energi dari proses metabolisme. Sebagian energi tersebut berubah menjadi panas. Karena itu, kontraksi otot saat menggigil membantu tubuh menghadapi penurunan suhu lingkungan.

Respons ini melibatkan banyak kelompok otot, termasuk otot di sekitar lengan, kaki, punggung, dan rahang. Jika suhu semakin rendah, getaran otot bisa semakin kuat.

Itulah sebabnya seseorang terkadang mengalami gigi bergemeletuk ketika berada di tempat yang sangat dingin. Otot rahang ikut berkontraksi sebagai bagian dari respons tubuh.

Mengapa Kita Menggigil Meski Sudah Memakai Jaket?

Pakaian tebal memang membantu menjaga suhu tubuh, tetapi tidak selalu langsung menghentikan rasa dingin. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kemampuan tubuh mempertahankan panas.

Pertama, suhu lingkungan yang terlalu rendah dapat membuat tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuan tubuh menghasilkannya.

Kedua, angin mempercepat perpindahan panas dari permukaan kulit. Kondisi ini membuat seseorang merasa lebih dingin meskipun suhu udara tidak terlalu rendah.

Ketiga, pakaian yang basah dapat mempercepat kehilangan panas. Air pada pakaian membantu perpindahan panas dari tubuh menuju lingkungan, sehingga tubuh lebih sulit mempertahankan suhu.

Selain itu, kondisi fisik, jumlah cadangan energi, dan aktivitas seseorang juga memengaruhi respons terhadap suhu dingin. Orang yang kurang bergerak atau berada di tempat dingin terlalu lama dapat mengalami penurunan suhu tubuh lebih cepat.

Apa Perbedaan Menggigil dan Merinding?

Banyak orang menganggap menggigil dan merinding sebagai reaksi yang sama. Padahal, keduanya memiliki mekanisme berbeda meskipun sama-sama dapat muncul ketika seseorang merasa kedinginan.

Menggigil melibatkan kontraksi otot yang menghasilkan panas. Sebaliknya, merinding terjadi ketika otot kecil di sekitar akar rambut berkontraksi dan membuat rambut berdiri.

Pada manusia, reaksi merinding merupakan bagian dari respons alami sistem saraf. Ketika suhu turun, tubuh mengaktifkan otot kecil bernama arrector pili. Kontraksi otot tersebut membuat permukaan kulit tampak berbintil.

Pada hewan berbulu lebat, mekanisme ini membantu menahan lapisan udara hangat di dekat kulit. Namun, manusia memiliki rambut tubuh yang relatif tipis sehingga efek penghangatannya tidak terlalu besar.

Merinding juga bisa muncul ketika seseorang merasa takut, terkejut, atau mendengar musik yang menyentuh perasaan. Artinya, reaksi tersebut tidak selalu berkaitan dengan suhu.

Apakah Menggigil Selalu Berarti Tubuh Kedinginan?

Tidak selalu. Menggigil juga dapat muncul ketika seseorang mengalami demam, infeksi, atau kondisi medis tertentu.

Saat tubuh melawan infeksi, sistem kekebalan dapat melepaskan zat yang memengaruhi pengaturan suhu di hipotalamus. Otak kemudian menaikkan target suhu tubuh.

Akibatnya, tubuh merasa kedinginan meskipun suhu sebenarnya mulai meningkat. Untuk mencapai target suhu baru tersebut, otak memicu penyempitan pembuluh darah dan kontraksi otot.

Inilah alasan seseorang bisa menggigil ketika demam mulai muncul. Tubuh sedang berusaha meningkatkan suhu internal sebagai bagian dari respons terhadap infeksi.

Menggigil juga dapat terjadi akibat kadar gula darah yang terlalu rendah, efek obat tertentu, atau respons tubuh terhadap rasa takut dan stres yang kuat.

Jika menggigil muncul tanpa alasan jelas, berlangsung lama, atau disertai gejala berat seperti kebingungan, sesak napas, dan demam tinggi, seseorang perlu mencari bantuan medis.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Tubuh Menggigil?

Ketika menggigil akibat udara dingin, langkah pertama adalah membantu tubuh kembali mendapatkan suhu yang nyaman.

Segera pindah ke tempat yang lebih hangat dan hindari paparan angin. Jika pakaian basah, ganti dengan pakaian kering. Gunakan jaket, selimut, atau lapisan pakaian tambahan untuk mengurangi kehilangan panas.

Minuman hangat juga dapat membantu memberikan kenyamanan. Selain itu, konsumsi makanan secukupnya agar tubuh memiliki energi untuk menjalankan proses metabolisme.

Namun, jangan mengabaikan menggigil yang sangat kuat atau berlangsung terus-menerus setelah seseorang terpapar suhu dingin. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda hipotermia, yaitu keadaan ketika suhu inti tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius.

Hipotermia merupakan kondisi serius yang membutuhkan pertolongan medis segera. Jika seseorang mengalami kebingungan, bicara tidak jelas, koordinasi tubuh terganggu, atau justru berhenti menggigil meskipun masih sangat dingin, segera cari bantuan darurat.

Mekanisme Sederhana yang Menjaga Tubuh Tetap Hangat

Menggigil menunjukkan bagaimana tubuh manusia mampu melindungi dirinya melalui mekanisme otomatis. Tanpa perlu kita kendalikan secara sadar, otak mengatur kontraksi otot, aliran darah, dan berbagai respons lain untuk mempertahankan suhu internal.

Karena itu, menggigil bukan sekadar tanda bahwa udara terasa dingin. Reaksi tersebut merupakan bagian dari sistem perlindungan tubuh yang membantu organ tetap bekerja dalam kondisi optimal.

Dengan memahami mekanisme ini, kita bisa lebih mengenali respons tubuh sekaligus mengetahui kapan rasa menggigil masih tergolong normal dan kapan kondisi tersebut membutuhkan perhatian medis.

Baca juga: Mengapa Sidik Jari Setiap Orang Berbeda? Mengenal Proses Terbentuknya Pola Sidik Jari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *